Cara Membaca Candlestick Binary Yang Mudah di Pahami | Olymptrade

Cara Membaca Candlestick Binary Yang Mudah di Pahami | Olymptrade

Membaca candlestick di Olymp Trade, nyatanya tidak semudah saat kita menonton di youtube. Perlu kesabaran dan konsentrasi untuk menemukan open posisi yang tepat agar berhasil meraih profit.

Belajar candlestick tidak hanya menghafal dan mengenal formasi-formasinya saja. Tetapi juga perlu analisa berita pasar tepat untuk mengetahui arah pergerakan di waktu berikutnya.

Ada banyak buku yang bisa Anda pelajari untuk membaca beratus-ratus pola candlestick, dimana setiap pola memiliki informasi dan keterangan untuk mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya. Biasanya pemain forex lebih sering mempelajari hal ini.

Tetapi, Anda tidak perlu menghafal semua pola untuk analisa candlestick. Anda hanya perlu tahu gambaran besar cara membaca candlestick yang mudah di pahami saja. Karena setiap candle pada dasarnya sudah mampu menginformasikan struktur harga, kekuatan tren, dinamika Buyer melawan Seller, dan proyeksi arah harga akan bergerak nantinya.

Panduan Dasar Membaca Candlestick Olymp Trade

Cara Membaca Candlestick Binary Yang Mudah di Pahami | Olymptrade

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cara membaca candlestick olymp trade untuk menemukan moment yang tepat dalam membuka trading, supaya dapat profit.

1. Candlestick Merupakan bentuk perang harga saham di binary

Supaya lebih mudah di pahami, kamu bisa menganggap setiap candlestick adalah suatu pertempuran antara seller dan buyer, dengan keempat candlestik sebagai medan pertempuran dan hasil nya bisa kamu tebak di bagaian candlestik ke 5.

Biasanya trader membacanya dengan sebutan C1,C2,C3,C4 dan C5

2. Pahami Konteks (Gambaran Besar) Saat Analisa Candlestick

Perlu diperhatikan, candlestick tidak bisa diamati dalam satu pola saja, tanpa mempelajari harga sebelumnya. Analisa candlestick harus benar benar dicermati dengan memperhitungkan juga pola pergerakan harga lampau.

Karena itu, setiap kali kita coba membaca candlestick atau formasi harga, kita harus bisa mendapatkan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut:

Apakah bentuk candlestick terkini ukurannya lebih kecil atau besar dari candle sebelumnya?

Apakah perubahan candle tersebut dapat mempengaruhi harga berikutnya ?

Apakah perubahan terjadi saat sesi trading tak aktif? Contohnya, candlestick pada aset mata uang EUR sering mengkerut atau mengecil pada sesi Asia karena volume trading-nya juga kecil.

3: Formasi Candlestick Broker

Analisa candlestick sebuah broker trading tidak bisa dianggap sama dalam memberikan informasi harga terkini secara universal. Karena pada kenyataanya, apa yang dilihat trader A di chart-nya belum tentu sama dengan apa yang disaksikan trader B jika mereka trading di broker yang berbeda.

Hal ini juga tidak serta merta menjadi sebuah kesalahan, karena perbedaan semacam itu biasanya disebabkan oleh perbedaan jam server antar broker. Ada kalanya broker A lebih awal dibanding broker B dalam menyajikan informasi, sehingga candlestick di platform broker A akan lebih dulu terbentuk.

Secara keseluruhan, poin-poin di atas penting untuk dipegang supaya kita terhindar dari pemikiran sempit yang membatasi pemahaman gambaran besarnya.

Berbekal pada hal tersebut, sekarang kita dapat mengupas 4 elemen penting dalam membaca candlestick yang terbentuk berikut ini :

Elemen 1: Ukuran Badan Candlestick

Ukuran badan (body) candlestick adalah poin awal yang bagus karena kita bisa dapat banyak informasi darinya.

Panjang badan candlestick menunjukkan kekuatan salah satu pihak.

Ukuran badan memanjang berarti menampilkan menguatnya momentum.

Saat badan mengecil, berarti momentum juga bertambah pelan.

Singkatnya, panjang badan menunjukkan seberapa jauh harga telah bergerak selama durasi candle tersebut (timeframe per candle).

Elemen 2: Panjang Sumbu Candlestick (Wick)

Panjang sumbu candlestick menginformasikan volatilitas pergerakan harga.

Sumbu panjang mengindikasikan bahwa harga bergerak cepat selama durasi candlestik terkait, tapi mengalami penolakan karena adanya perlawanan.

Jika sumbu bertambah panjang, berarti volatilitas semakin meningkat. Hal ini sering terjadi di akhir sebuah tren, sebelum harga berbalik arah, atau ketika harga mendekati Support Resistance penting.

Elemen 3: Rasio Panjang Badan dan Sumbu

Mulai dari sini kita sudah bisa mendapat gambaran besar dalam membaca candlestick.

Mana yang lebih panjang, badan atau sumbu candlestick?

Pada saat tren dengan momentum tinggi, Anda akan sering mendapati candlestick berbadan panjang dengan sumbu lebih kecil.

Saat pasar sedang dilanda ketidakpastian, volatilitas meningkat sehingga badan candlestick mengecil, tapi sumbunya lebih panjang.

Elemen 4: Posisi Badan Candlestick

Elemen ini merupakan pengembangan dari elemen sebelumnya.

Apakah Anda menemukan candlestick bersumbu panjang dengan posisi badan berada di salah satu ujungnya? Hal ini menunjukkan perlawanan.

Candlestick dengan posisi badan di tengah-tengah sumbu bawah dan atas mengindikasikan keraguan/ketidakpastian di pasar.

Dari keempat elemen dasar di atas, kamu dapat membaca candlestick tanpa harus menghafal semua bentuk Candlestick atau namanya satu per satu.

Walaupun penampilan candlestick pada masing-masing trading platform (MT4, cTrader, Tradingview, dsb.) bisa saja berbeda. Dengan dasar informasi candlestick, kita masih dapat membaca dan menerka harga selanjutnya.

Kesimpulan: Anda Tidak Butuh Menghafal Pola Candlestick

Dari informasi diatas, Tentu Kamu sudah bisa memahami arti atau informasi dari setiap candlestick tanpa harus menghafal nama dan formasi setiap pola candlestick. Namun perlu diingat, supaya menjadi trader profesional kita harus mengembangkan strategi di luar kebiasaan pasar dan menghindari kesalahan-kesalahan umum dalam bertrading.

Perbanyak belajar dan analisa untuk mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan open posisi dan menghasilkan profit. Karena trading memiliki resiko bangkrut yang besar dibanding keuntungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *